Evakuasi penemuat mayat dalam rumah di Surabaya.
“Awalnya dikira korban tinggal sendiri, ternyata ada ibu kandungnya yang juga tinggal serumah. Saat jasad ditemukan, ibu korban langsung dievakuasi ke rumah tetangga untuk perawatan sementara,” ucap Dwi.
Warga sekitar, termasuk Agustini (58), membenarkan bahwa Astomo tinggal bersama ibunya, Supriyani. Astomo merupakan anak kedua, sementara istrinya tinggal terpisah di Perum Permata Kwangsang, Sidoarjo.
“Sepengetahuan kami, Astomo tidak pernah mengeluh sakit. Ia aktif sebagai koordinator gowes di kampung. Sedangkan ibunya memang sakit diabetes dan pikun. Mereka tinggal berdua di rumah itu,” tuturnya.
Ia juga menceritakan bahwa Supriyani sempat keluar rumah dengan tertatih-tatih pada Senin (13/10/2025), mencari keberadaan anaknya.
Saat evakuasi dilakukan, Supriyani ditemukan di kamar depan dalam kondisi memprihatinkan. Ia bahkan sempat bertanya kepada warga, “Apakah yang di kamar belakang itu Astomo? Kok tidak bangun-bangun?.”
Jasad Astomo telah dimakamkan di Sidoarjo, sementara Supriyani kini dirawat di rumah menantunya di Perum Permata Kwangsang. Rumah tempat kejadian telah dipasangi garis polisi oleh Polsek Gubeng dan tim Inafis untuk penyelidikan lebih lanjut. (rus/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




