Pemkab Situbondo Genjot Kualitas Tembakau Lewat Pelatihan Pasca-Panen

Pemkab Situbondo Genjot Kualitas Tembakau Lewat Pelatihan Pasca-Panen Kantor Dispertangan Situbondo.

Pasar tersebut diharapkan menjadi pusat perdagangan hasil tembakau Situbondo, memperluas akses penjualan, dan memperpendek rantai distribusi.

"Pelatihan ini menjadi langkah awal sebelum pasar tembakau beroperasi. Kami siapkan SDM-nya agar siap bersaing, bukan hanya dalam kuantitas tapi juga kualitas," tutur Zaini. Ia menegaskan komitmen Pemkab untuk mengarahkan dana cukai tembakau pada program yang berdampak langsung bagi ribuan petani. "Ini bukan sekadar pelatihan sesaat, tapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan petani Situbondo," paparnya.

Untuk menjamin kualitas pelatihan, Dispertangan menggandeng Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang. Sejumlah widyaiswara ahli madya dari lembaga di bawah Kementerian Pertanian, seperti Saptini Mukti Rahajeng yang hadir sebagai narasumber.

"Proses pengeringan dan perajangan yang tepat akan menentukan warna, aroma, dan kadar air daun tembakau. Dengan teknik yang benar, kualitasnya bisa meningkat dan harga jualnya pun lebih tinggi," ucapnya.

Antusiasme peserta cukup tinggi. Hasan Basri, petani asal Kecamatan Sumbermalang, mengaku mendapat banyak ilmu baru. 

“Biasanya kami hanya mengandalkan pengalaman lama. Tapi sekarang kami tahu bagaimana menjaga suhu, kelembapan, dan teknik perajangan supaya daun tidak rusak dan aromanya tetap bagus,” tuturnya.

Selain teknik pasca-panen, peserta juga mendapat materi tentang kebijakan pupuk bersubsidi dan standar mutu tembakau nasional. Kegiatan ditutup dengan praktik langsung dan diskusi tindak lanjut bersama penyuluh lapangan. (adv/sbi/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO