Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Sudi Harjanto.
- The Tjing Liang (10 Oktober 1876)
- Lo Bing Kie (30 Mei 1891)
- The Sioe Sing (28 November 1912)
- Lim Tjing Hay (20 Agustus 1926)
Para letnan ini bertugas membantu pemerintah kolonial dalam administrasi warga Tionghoa, seperti pendataan, pajak, dan mediasi hukum adat. Mereka juga menjadi penghubung antara komunitas Tionghoa dan pejabat Eropa di tingkat Resident Surabaya, yang saat itu membawahi wilayah Sidoarjo.
Namun, sekitar tahun 1930-an hingga awal 1940-an, jabatan Luitenant der Chinezen di Sidoarjo tidak lagi diangkat.
“Belum ada catatan pasti, tapi kemungkinan karena struktur pemerintahan kolonial mulai berubah menjelang masa pendudukan Jepang. Sistem kepemimpinan lokal banyak dihapus,” ucap Sudi.
Kini, nama-nama para letnan Tionghoa tersebut hanya tercatat dalam arsip kolonial dan naskah tua. Meski begitu, jejak mereka masih bisa dikenali melalui peninggalan budaya, permukiman lama, serta kisah tutur masyarakat keturunan Tionghoa di Sidoarjo yang terus menjaga ingatan sejarah leluhur mereka. (cat/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




