Pidato Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi.
"Di KONI sekarang ada 50 cabor, sedang dua cabor baru yang kita tambahkan adalah Kurash dan Apkindo. Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan kontribusi prestasi di Porprov nanti," tuturnya.
Menanggapi perkembangan ini, Mohammad Chori dari Dinas Pendidikan Kota Batu menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
"Olahraga menjadi salah satu cabang yang diprioritaskan. Salah satu fokus kami adalah bagaimana mencukupi kebutuhan sarana dan prasarananya, karena atlet berprestasi harus didukung dengan fasilitas yang memadai," paparnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Batu mengusulkan pembangunan Sport Center dengan dua alternatif lokasi, yaitu Stadion Gelora Brantas atau kawasan Jalibar (Jawa Timur Park). Proposal ini tengah diupayakan untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Terkait anggaran, KONI Kota Batu menerima dana hibah sekitar Rp7 miliar per tahun. Chori menekankan pentingnya skala prioritas dalam pendanaan.
"Dengan keterbatasan anggaran, kita perlu mengevaluasi dan menilai bersama KONI, cabor-cabor mana saja yang menjadi skala prioritas untuk didanai," kata Chori.
KONI Kota Batu dinilai sukses tidak hanya dalam prestasi Porprov Jatim 2025, tetapi juga dalam penyelenggaraan yang inovatif.
Untuk pertama kalinya, atlet dan ofisial diakomodasi di hotel dan wahana wisata lokal, menciptakan sinergi antara olahraga dan pariwisata. Dengan strategi yang matang, regenerasi atlet, dan dukungan lintas sektor, KONI Kota Batu optimis dapat tampil lebih gemilang di ajang selanjutnya. (adi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




