Proses evaluasi ini bertujuan memastikan program pembangunan Kota Batu selaras dengan prioritas provinsi dan nasional.
Rancangan APBD 2026 memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp926,52 miliar. Angka tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp345,40 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp581,11 miliar.
Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,016 triliun. Proyeksi ini mencerminkan upaya pemerintah kota mengoptimalkan potensi pendapatan sekaligus menjaga efisiensi penggunaan anggaran.
Lebih lanjut, Wali Kota Nurochman memaparkan empat bidang utama yang menjadi fokus belanja daerah tahun 2026.
Bidang tersebut meliputi peningkatan sumber daya manusia (SDM); pengembangan UMKM, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif; pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan; serta peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD.
Prioritas ini menunjukkan komitmen Pemkot Batu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Wali Kota Batu mengajak seluruh perangkat daerah terus berinovasi dan bekerja profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Setiap bentuk pengabdian yang kita lakukan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan komitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik," ungkapnya.
Ia menyampaikan harapan agar APBD 2026 menjadi instrumen penting dalam menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga Kota Batu. (adi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




