Wali Kota Kediri saat bersalaman dengan salah satu anggota dewan.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah telah dilakukan secara berjenjang dan partisipatif.
Tahapan tersebut meliputi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), serta pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
BACA JUGA:
- Hadiri Pra-Kongres KUII VIII, Gus Qowim Dorong Perlindungan Anak di Pesantren
- Wali Kota Kediri Buka Pesta Pramuka Siaga Kwarran Mojoroto 2026
- Dukung Pembangunan Daerah, Wali Kota Kediri Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
- 1.232 Atlet Ramaikan Kejuaraan Taekwondo, Wali Kota Kediri Harap Lahirkan Atlet Berprestasi
Hal itu disampaikan saat memberikan penjelasan atas Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna, Senin (17/11/2025).
Menurut dia, RKPD Kota Kediri 2026 mengusung tema pembangunan 'Penguatan Daya Saing Ekonomi melalui Pemerataan Pembangunan, Infrastruktur, dan Peningkatan Produktivitas Menuju Kota yang MAPAN'.
Untuk mewujudkan tema tersebut, Pemkot Kediri menetapkan delapan prioritas pembangunan yang diselaraskan dengan program Jawa Timur dan Nasional, mulai dari pemerataan pembangunan kewilayahan, peningkatan kualitas SDM, infrastruktur, pariwisata, ekonomi, birokrasi, tata ruang, investasi, hingga penguatan karakter kebangsaan.
Vinanda mengungkapkan, kondisi fiskal daerah tahun depan diperkirakan menghadapi tantangan berat akibat penurunan alokasi transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp178,8 miliar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





