Dalam ajang O2SN 2025, Jawa Timur menyalip provinsi lain seperti DKI Jakarta (10 medali), Jawa Tengah (9 medali), Banten (4 medali), dan DIY (4 medali). Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Jatim sebagai salah satu daerah dengan ekosistem pendidikan dan olahraga yang kuat.
Khofifah berharap prestasi tersebut dapat memotivasi pelajar Jatim untuk terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang olahraga, akademik, maupun kreativitas lainnya.
“Generasi muda Jatim harus terus percaya diri, berprestasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah provinsi akan terus memperkuat dukungan, sarana, serta pembinaan agar lebih banyak prestasi lahir dari bumi Jawa Timur,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil pembinaan berjenjang yang dilakukan secara konsisten dari tingkat sekolah hingga provinsi.
“Pembinaan telah kami lakukan sejak sekolah agar seleksi tingkat kabupaten/kota lebih matang hingga ke tingkat provinsi, sebelum akhirnya mewakili Jatim di tingkat nasional. Kami serius melakukan pembinaan atlet pelajar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pada O2SN tahun depan akan ada penambahan cabang olahraga serta kategori baru pada cabor karate dan pencak silat yang kini tengah dipersiapkan Dinas Pendidikan Jatim.
“Kami melihat kesungguhan guru pembina dan para pelatih yang terus mengawal siswa dari proses seleksi hingga ke tingkat nasional. Ini bukti bahwa sinergi seluruh elemen pendidikan di Jatim berjalan kuat dan efektif,” lanjut Aries.
“Target kami bukan hanya mempertahankan Juara Umum, tetapi melahirkan lebih banyak atlet pelajar yang mampu bersaing dan membawa nama Jatim serta Indonesia ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




