Wali Kota Batu saat foto bersama pimpinan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta usai menandatangani MoU.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menyebut pendidikan adalah investasi jangka panjang.
“Saya tidak akan pernah mundur untuk membiayai anak-anak Batu melanjutkan pendidikan setinggi mungkin,” ucapnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa program 1.000 Sarjana hanya bersifat populis atau politis. Menurut dia, program tersebut murni investasi pendidikan yang hasilnya mungkin baru terlihat setelah delapan semester atau empat tahun.
Sedangkan Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo, menyambut baik dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan, mulai dari pengembangan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan guru, hingga peluang studi lanjut.
Acara juga diisi dengan penandatanganan MoU kerja sama dan PKS Program 1.000 Sarjana antara Wali Kota Batu, Kepala Dinas Pendidikan, dan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Poltek Sahid, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Binus, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Malang, UMM, Ma Chung, Universitas Widya Karya, dan ITN Malang. (asa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




