Apel Operasi Lilin Semeru 2025, Polresta Sidoarjo Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2026

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang atau meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain lonjakan mobilitas, faktor cuaca juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan. Informasi dari BMKG menunjukkan adanya tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi. 

Kondisi tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan pada periode November 2025 hingga Februari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Subandi menegaskan bahwa pelayanan Nataru tahun ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Seluruh unsur pengamanan diminta meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan respons di lapangan.

ā€œSituasi ini tentunya menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,ā€ bebernya.

Sebagai langkah konkret, Polri bersama para pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025. 

Operasi ini digelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan 146.701 personel gabungan di seluruh Indonesia.

Dalam mendukung operasi tersebut, disiapkan sebanyak 2.903 pos yang terdiri atas pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. 

Pos-pos ini akan melayani puluhan ribu objek pengamanan, meliputi gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, kawasan wisata, hingga lokasi perayaan Tahun Baru.

Pada sektor lalu lintas, pengendalian arus di titik-titik rawan kepadatan menjadi fokus utama. Rekayasa lalu lintas, pembatasan operasional angkutan barang, serta pemanfaatan teknologi pemantauan arus kendaraan diharapkan diterapkan secara konsisten.

Pengamanan juga difokuskan pada kelancaran transportasi umum dan kawasan wisata. Pengelolaan arus penumpang, ketersediaan lahan parkir, pengaturan jalur kendaraan, serta penataan pedagang menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, pengamanan tempat ibadah menjadi prioritas utama. Sterilisasi lokasi ibadah dilakukan dengan melibatkan unsur lintas agama sebagai bentuk toleransi, disertai langkah deteksi dini dan pencegahan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain itu, Bupati Subandi menekankan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam. Tim tanggap darurat dan perlengkapan SAR diminta bersiaga, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor. Pemantauan ketersediaan bahan pangan dan BBM juga menjadi bagian dari pengamanan Nataru.

Bupati Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan. 

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga soliditas dan sinergitas dalam menjalankan tugas pengamanan Nataru.

ā€œKeberhasilan pelayanan Nataru merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam pelaksanaan tugas,ā€ tegasnya.

Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, serta seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026. (cat/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: