Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama para penerima penghargaan ekonomi kreatif. (Ist)
“Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” pungkasnya.
Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Asluchul Alif menambahkan, bahwa pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Gresik. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif yang telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, menyoroti penguatan ekonomi kreatif dari sisi legislasi dan kebijakan nasional. Ia menyampaikan bahwa negara saat ini tengah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) bagi para pelaku kreatif.
Seiring dengan itu, Komisi VII DPR RI, kata Nila, juga mendorong gagasan program KUR Ekraf sebagai akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi sharing success story dari sejumlah tokoh ekonomi kreatif Gresik. Irfan dari Gresik Movie berbagi pengalaman memproduksi film pendek bertema identitas budaya Gresik yang telah diputar di Australia dan Cannes, Prancis. Najih dari Legend Tren menceritakan perjalanannya membawa minuman khas Gresik menembus pasar internasional.
Sementara itu, Anhar dari Damar Kurung Gresik, mengisahkan upayanya melestarikan warisan budaya damar kurung hingga karyanya tampil di pameran internasional dan menjadi ilustrasi kemasan produk nasional.
Andrew Nababan dari Jazz in Gresik juga berbagi cerita tentang upayanya mempopulerkan musik jazz agar bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat, dari panggung besar hingga ruang-ruang publik. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




