Perairan Banyuwangi. Foto: Radar Banyuwangi.
SURABAYA, BANGSAONLINEcom - BMKG Maritim Tanjung Perak memprediksi adanya gelombang tinggi berpotensi di sejumlah wilayah perairan pada 24-27 Desember 2025. Gelombang ini memiliki ketinggian yang mencapai 2,5-4 meter, yang terjadi di perairan Banyuwangi.
Sedangkan sejumlah wilayah perairan lain yakni Perairan Pacitan, Perairan Trenggalek, Perairan Tulungagung, serta Perairan Blitar berpotensi mengalami gelombang tinggi antara 1,25-2,5 meter.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Begitupun di Perairan Malang, Perairan Lumajang, dan Perairan Jember yang juga berpotensi mengalami gelombang tinggi 1,25-2,5 meter tersebut.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Ady Hermanto menyebut bahwa gelombang tinggi di wilayah perairan Jatim turut dipengaruhi kondisi sinoptik yang saat ini terjadi.
"Arah angin didominasi dari barat daya-barat dengan kecepatan antara 5-30 knot," ujar Ady, Jumat (26/12/2025).
Selan itu, terdapat shearline atau belokan angin yang berkaitan, dengan berkumpulnya massa udara di selatan Pulau Jawa.
"Kondisi ini dapat memicu potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah perairan," beber Ady.
Oleh karena itu, Ady mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada.
"Perahu nelayan bisa waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot serta tinggi gelombang 1,25 m," imbau Ady.
Selanjutnya kapal tongkang diingatkan untuk waspada apabila kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 m.
"Sedangkan kapal ferry harus waspada jika kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 21 knot serta diiringi tinggi gelombang mencapai 2,5 m," tuturnya.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini yang disampaikan oleh BMKG sebelum beraktivitas di wilayah perairan Jatim. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




