Ringankan Beban BPJS, Mahasiswa ITS Gagas Program Ekosistem Kebugaran Tangani Obesitas

Ringankan Beban BPJS, Mahasiswa ITS Gagas Program Ekosistem Kebugaran Tangani Obesitas Diagram konsep implementasi SGREEFIT dari tim mahasiswa ITS dalam memanfaatkan fasilitas yang ada untuk membuat program yang sistematis dan terintegrasi guna menangani obesitas. (Ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dalam mengatasi masalah yang menjadi momok bagi sebagian masyarakat Indonesia, Tim SGREEFIT dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah program dengan strategi terintegrasi menuju ekosistem kebugaran berkelanjutan.

Salah satu anggota Research and Development SGREEFIT, Muhammad Rafi Kalevi, menjelaskan gagasan ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang sampai saat ini belum memiliki penanganan khusus. Angka yang terus meningkat tak hanya berpengaruh pada masalah kesehatan, tetapi juga menyebabkan defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Data terakhir juga menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit sebesar Rp9,6 triliun,” katanya, Selasa (6/1/2026).

Atas hal itu, SGREEFIT memberikan solusi dengan upaya penanganan melalui sistem terintegrasi antara pelayanan kesehatan dan fasilitas kebugaran. Strategi ini hadir dengan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada seperti BPJS Kesehatan, aplikasi Mobile JKN, dan pusat kebugaran.

“Program ini kemudian memberikan alur yang sistematis dan terintegrasi untuk digunakan dalam memudahkan penanganan ,” tutur Levi, sapaannya.

Levi menjelaskan, program ini menggunakan prinsip Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai tiga faktor utama niat berolahraga. Hal ini meliputi sikap positif terhadap manfaat olahraga, norma subjektif yang diperkuat oleh institusional, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan melalui kemudahan akses fasilitas kebugatan serta dukungan regulasi.

Levi juga memaparkan penerapan dari prinsip tersebut. Faktor pertama didukung oleh konsep smart gym dan internet of things (IoT) dalam menekankan manfaat kesehatan dari pemantauan. Faktor kedua didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang terintegrasi BPJS. Terakhir, faktor ketiga didukung oleh kemudahan akses dari fasilitas kebugaran.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO