Bolos di Kafe saat Jam Pelajaran, 17 Siswa Terjaring Razia Satpol PP Pamekasan

Bolos di Kafe saat Jam Pelajaran, 17 Siswa Terjaring Razia Satpol PP Pamekasan Sejumlah siswa yang kedapatan membolos terjaring razia Satpol PP Pamekasan

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 17 siswa di Kabupaten Pamekasan diamankan Satpol PP karena kedapatan bolos sekolah dan berada di kafe saat jam pelajaran, Selasa (13/1/2026).

Belasan siswa tersebut terjaring razia di Kafe JCC, Jalan Segara, Kelurahan Juncangcang, sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka diketahui masih mengenakan seragam putih abu-abu dan berkumpul di satu lokasi.

Dari hasil pendataan, siswa yang diamankan terdiri atas delapan siswa SMAN 4 Pamekasan, delapan siswa SMKN 3 Pamekasan, dan satu siswa SMPN 3 Pamekasan.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pamekasan, M. Yusuf Wibiseno, mengatakan razia dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait siswa yang bolos sekolah.

“Ada laporan ke kami sekitar 25 siswa bolos saat jam belajar. Namun, yang berhasil kami amankan sebanyak 17 orang,” kata Yusuf.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP mengerahkan personel ke lokasi kafe di Jl. Segara. Saat petugas tiba, sebagian siswa diduga melarikan diri dari lokasi.

Sementara itu, 17 siswa yang terjaring razia kemudian dibawa ke kantor Satpol PP dan Damkar Pamekasan untuk menjalani pembinaan.

“Kami menertibkan mereka agar tidak ada siswa yang bolos pada saat jam belajar. Ke depan, kami akan rutin melakukan razia siswa,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, seluruh siswa yang diamankan telah dijemput oleh pihak sekolah masing-masing. Selanjutnya, proses pembinaan diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.

Kepala SMKN 3 Pamekasan, Sri Indrawati menyampaikan, siswa-siswanya yang terjaring razia tidak tercatat hadir di sekolah sejak pagi.

“Sejak pagi ada guru piket yang menyambut murid di semua pintu gerbang sekolah. Pintu gerbang tidak kami tutup karena hujan, untuk menunggu murid yang terlambat,” kata Sri.

Menurut Sri, pihak sekolah akan memberikan pembinaan serta mengingatkan siswa melalui grup wali kelas dan wali murid agar lebih disiplin dalam kehadiran.

“Kami juga akan berkomunikasi secara intens dengan orang tua terkait ketidakhadiran anak di sekolah,” tandasnya. (van)