Salah satu pusat pembenihan ikan air tawar di Kabupaten Kediri. Foto: Ist
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Nilai transaksi produksi benih ikan air tawar di Kabupaten Kediri terus menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, capaian nilai transaksi mencapai Rp1,764 triliun, naik tipis dari tahun 2024 yang sebesar Rp1,757 triliun.
Pemerintah daerah setempat berharap capaian ini dapat meningkat lebih tinggi di tahun ini dengan mendorong para pembudidaya benih ikan agar lebih produktif. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, produksi benih ikan mas pada 2025 mencapai 2.128.373.000 ekor dengan harga satuan Rp30 per ekor dan nilai transaksi Rp63,85 miliar. Produksi benih ikan nila sebanyak 3.479.330.000 ekor dengan harga Rp25 per ekor menghasilkan nilai transaksi Rp121,77 miliar.
"Produksi benih ikan gurame tahun 2025 ada 145.100.000 ekor dengan harga satuan Rp900,00. per ekor dan nilai transaksi Rp130,59 miliar. Untuk produksi benih ikan tawes 1.970.100.000 ekor dengan harga Rp25 per ekor dan nilai transaksi Rp49,25 miliar," terangnya.
Hafid menambahkan, produksi benih ikan lele mencapai 13.986.500.000 ekor dengan harga Rp100 per ekor, sehingga nilai transaksi menembus Rp1,398 triliun.
"Total untuk jumlah produksi benih ikan air tawar di Kabupaten Kediri pada tahun 2026, mencapai 21.709.403.000. Kami optimis di tahun 2026 ini produksi benih ikan air tawar di Kabupaten Kediri meningkat," paparnya.
"Tentu dengan pembinaan dan pendampingan untuk budi daya benih ikan yang lebih baik dan berkualitas. Yang penting lagi, jaga kebersihan kolam untuk kesehatan benih ikan dan waspadai perubahan cuaca," imbuhnya. (uji/mar)






