Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, saat kunjungan ke RS Menur Surabaya.

Dalam kunjungan ke RS Menur Surabaya, Ning Lia mengapresiasi hadirnya layanan kesehatan mental yang lebih ramah di Jawa Timur. Menurut dia, layanan ini membantu orang tua mencari solusi tanpa stigma.
“Alhamdulillah rumah sakit hadir dengan sabar, dengan niat membantu, dan tidak menghakimi. Ini penting sekali karena banyak orang tua sebenarnya bingung dan lelah, tetapi tidak tahu harus meminta bantuan ke mana,” paparnya.
Ia menambahkan, biaya konsultasi psikologis kini lebih terjangkau dibanding sebelumnya.
“Kalau dulu mungkin orang takut karena biaya tinggi. Sekarang biayanya lebih manusiawi dan fasilitasnya lebih lengkap,” katanya.
Ning Lia juga mendorong pentingnya edukasi pra-nikah agar calon orang tua siap tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga mental.
“Kita perlu mempersiapkan calon orang tua. Bukan hanya soal pernikahan, tetapi soal kesiapan mental dalam mengasuh dan membesarkan anak. Kalau ini dilakukan, banyak kasus bisa dicegah sejak awal,” ucapnya.
Ia berharap, sinergi antara keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan mental semakin kuat agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi tangguh, berdaya, dan berakhlak baik.
Fenomena bullying dan kecanduan gim daring pada anak kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya laporan kasus di rumah, sekolah, hingga pesantren. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena berdampak pada psikologis, perilaku, dan perkembangan sosial anak. (rev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




