Riset drone mitigasi bencana yang dilakukan akademisi dari Jepang bersama BRIN dan BPBD Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Maraknya potensi bencana di Jawa Timur menarik perhatian akademisi Jepang untuk menjalin kolaborasi pemanfaatan drone dalam kegiatan mitigasi bencana.
Sebagai langkah awal, Tim Riset dari Chiba Institute of Science (CIS) Jepang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Brida Jatim melakukan kunjungan ke BPBD Jatim, Senin (19/1/2026).
Dari CIS Jepang hadir Dr. Hitoshi Igharasi, Dr. Masato Ebine, dan Shuri Nemoto. Sementara BRIN diwakili Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik, Yanuar Farida Wismayanti. Turut serta pula perwakilan perusahaan IT Jepang, Trajectory, yakni Kenji Koseki, dan Uda Markoto.
Kunjungan itu disambut langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, bersama jajaran pejabat eselon III. Para tamu dikenalkan penggunaan drone dan mikro tremor untuk survei gerakan tanah, teknologi pemantauan potensi bencana di ruang Pusdalops, serta mobil BPBD One.
Rombongan juga meninjau Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan wahana edukasi di Taman Edukasi Bencana, seperti simulator gempa dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).
Usai kunjungan, Dr. Hitoshi mengapresiasi program edukasi bencana dan kecanggihan teknologi BPBD Jatim. Menurut dia, edukasi kebencanaan yang diberikan kepada masyarakat serta peralatan yang dimiliki BPBD Jatim sangat luar biasa.
Kapus Riset Kebijakan Publik BRIN juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pembelajaran kebencanaan di BPBD Jatim.
Ia menegaskan rencana riset kolaborasi bersama CIS Jepang, Universitas Budi Luhur, dan Pemprov Jatim terkait jalur drone mitigasi bencana di wilayah Cangar Pacet, Kabupaten Mojokerto, serta kawasan Tahura R. Soerjo.
"Saya kira, dari kunjungan di BPBD Jatim ini banyak hal yang kita dapatkan. Selain memiliki command center yang canggih, pembelajaran kebencanaan juga sangat bagus. Ada simulator gempa dan Tenda Pendidikan Bencana. Luar biasa. Sukses terus BPBD Jatim," paparnya.
Kalaksa BPBD Jatim menyampaikan terima kasih atas rencana riset kolaborasi tersebut.
"Kita berharap, ke depan, semua ini bisa menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di Jatim," tuturnya. (dev/mar)






