Tim BPBD Jatim bersama Pak Guru Ribut saat memberikan edukasi penanganan munculnya kobaran api
LUMAJANG,BANGSAONLINE.com - BPBD Jawa Timur menggandeng konten kreator sekaligus guru viral asal Lumajang, Pak Guru Ribut untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa SDN 01 Pagowan, Kecamatan Pasrujambe.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti Kepala SDN 01 Pagowan Cukup Santoso, para guru, serta seluruh siswa. Acara juga didukung kehadiran Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) milik BPBD Jatim.
Pak Guru Ribut, yang memiliki nama lengkap Ribut Santoso, turut terlibat langsung dalam pelatihan bersama para siswanya.
Ia mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman kebakaran.
Dalam simulasi tersebut, Pak Ribut bersama muridnya, April, yang kerap tampil bersamanya dalam konten media sosial, dipercaya sebagai komandan regu di bawah komando utama kepala sekolah.
Sebelum simulasi dilaksanakan, tim BPBD Jatim terlebih dahulu memberikan materi pengenalan berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Kepala SDN 01 Pagowan, Cukup Santoso, menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jatim atas edukasi kebencanaan yang diberikan kepada guru dan siswa di sekolahnya.
“Termasuk pemberian sarana dan prasarana seperti rambu-rambu evakuasi. Dengan kegiatan ini, anak-anak kami menjadi paham dan mengenal edukasi kebencanaan,” ujarnya.
Pak Ribut Santoso juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPBD Jatim, khususnya kepada Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Kami tidak menyangka sekolah kami yang berada di pedesaan bisa didatangi langsung oleh tim BPBD Jawa Timur. Terima kasih kepada Bapak Kalaksa BPBD Gatot Soebroto yang sangat mendukung saya dan anak didik saya sehingga bisa mendapatkan edukasi kebencanaan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai upaya memperluas edukasi kebencanaan di Jawa Timur.
“Bencana adalah urusan bersama, bukan hanya pemerintah. Semua unsur masyarakat harus terlibat sesuai potensi dan kompetensinya, seperti yang ditunjukkan Pak Ribut Guru Viral ini,” katanya. (dev/van)






