Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan (kiri) dan
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Nizam Subekhi. (Ist).
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri membahas penanganan perlintasan sebidang kereta api, termasuk rencana pembangunan underpass di tiga titik rawan di Kabupaten Kediri.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan penguatan komitmen bersama yang digelar di Kediri, Kamis (22/1/2026), sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 500.7/2702/02/SJ tertanggal 21 Mei 2025 tentang penanganan perlintasan sebidang kereta api dengan jalan.
Dalam pertemuan itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri mengusulkan pembangunan underpass di JPL 289 dan JPL 299 pada petak jalan Stasiun Papar–Purwoasri, serta JPL 301 di petak jalan Stasiun Purwoasri–Kertosono.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Nizam Subekhi mengatakan, saat ini pihaknya mengoperasikan 12 titik JPL dan berencana melakukan peningkatan keselamatan pada tahun ini.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan pada perlintasan sebidang,” ujar Nizam.
Ia menambahkan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengusulan pembangunan underpass sebagai langkah peningkatan keselamatan perkeretaapian di wilayah Kabupaten Kediri.
“Tentunya ini menjadi salah satu langkah yang inline karena kami ingin dan berencana mengubah beberapa JPL yang sebidang menjadi tidak sebidang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BTP Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyambut positif komitmen Dishub Kabupaten Kediri. Menurutnya, secara ideal seluruh perlintasan kereta api seharusnya sudah tidak sebidang.
“Namun diperlukan kajian yang komprehensif. Tidak hanya di Kediri, tetapi di tempat lain,” katanya.
Denny menegaskan, selama perlintasan sebidang masih beroperasi, aspek keselamatan harus benar-benar dipastikan.
“Selain penguatan petugas penjaga perlintasan, kami juga mendorong sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat lebih berhati-hati di perlintasan sebidang, sambil menunggu progres pembangunan underpass,” tutupnya. (uji/van)






