220 Titik Sudah Terpetakan, Dandim Ungkap Progres KDKMP Magetan Tertinggi di Jawa Timur

220 Titik Sudah Terpetakan, Dandim Ungkap Progres KDKMP Magetan Tertinggi di Jawa Timur Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: ANTON/HB

MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan menunjukkan progres yang sangat signifikan. Hingga minggu ketiga Januari 2026, Magetan mencatatkan capaian tertinggi dalam proses pemetaan lahan dibandingkan 38 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, saat memberikan keterangan terkait perkembangan proyek strategis tersebut pada Kamis (22/1/2026).

Letkol Inf. Hasan Dasuki menjelaskan bahwa dari total target 235 titik di seluruh wilayah Magetan, sebanyak 220 titik atau sekitar 95% lahan telah berhasil dipetakan dan siap untuk proses pembangunan.

"Ini merupakan capaian yang luar biasa dari Satgas Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan. Dari 235 titik, sudah terdata hampir 220 titik ke atas. Saat ini, proses pembangunan sedang berjalan di 151 titik, bahkan satu titik di Desa Cepoko sudah mencapai 100% dan tinggal menunggu operasional," ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa sisa titik yang belum dibangun saat ini tengah menunggu proses birokrasi, seperti penghapusan aset atau hibah lahan. Kodim dan Pemkab Magetan terus berkoordinasi untuk mempercepat proses tersebut.

Menanggapi adanya sekitar 10 titik desa yang benar-benar tidak memiliki lahan, Dandim menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan regulasi khusus melalui Surat Edaran Kemendagri Nomor 8 dan Nomor 10 Bulan Desember.

"Regulasinya sudah jelas. Bagi desa yang tidak memiliki lahan sama sekali, bisa menggunakan lahan bengkok, lahan Pemda, Pemprov, BUMN, atau bahkan lahan instansi vertikal seperti TNI. Pemerintah daerah sudah mendata hal ini, kita tinggal menunggu eksekusi sesuai aturan tersebut," jelasnya.

Meski progres berjalan positif, Hasan tidak menampik adanya kendala di lapangan, terutama faktor cuaca. Mengingat saat ini memasuki musim hujan, pengerjaan fisik sedikit terhambat, namun tetap dapat dikendalikan dengan baik.

Selain cuaca, Dandim menekankan pentingnya standar kualitas dalam pematangan lahan.

"Proses pematangan lahan tidak bisa kita lewati begitu saja. Misalnya ada kebutuhan cut and fill setinggi 30 cm, itu harus matang dulu baru siap dibangun. Kami ingin memastikan kualitas bangunannya sesuai standar," tegasnya.

Di akhir keterangannya, Dandim meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Magetan agar pembangunan 235 titik KDKMP ini dapat selesai tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya untuk ekonomi desa. (ton/rev)