Alun-Alun Merdeka, Kota Malang.
“Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Malang. Dan alhamdulillah malam ini bisa kita resmikan. Antusiasme masyarakat luar biasa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menikmati fasilitas yang ada,” tuturnya.
Wahyu menambahkan, konsep revitalisasi melibatkan berbagai komunitas untuk menumbuhkan rasa memiliki.
“Membangun itu mudah, tetapi memelihara jauh lebih sulit. Karena itu kami ingin menumbuhkan rasa memiliki agar masyarakat ikut menjaga dan merawat Alun-Alun Merdeka,” ucapnya.
DLH Kota Malang akan melakukan monitoring intensif selama satu minggu pasca pembukaan, termasuk pengaturan penggunaan playground dan air mancur. Pengawasan diperketat dengan penempatan petugas di titik strategis, terutama area bermain anak.
Untuk perawatan jangka panjang, DLH menyiapkan sistem kebersihan dan penjagaan 24 jam dengan 20 petugas bergilir, serta anggaran tahunan sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta.
Kerja sama dengan Bank Jatim sebagai mitra revitalisasi juga masih terbuka untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan fasilitas ke depan.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap Alun-Alun Merdeka dapat terus terjaga kualitasnya dan menjadi ruang publik yang aman serta nyaman bagi masyarakat,” kata Raymond. (dad/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




