Penanaman pohon tabebuya yang dilakukan petugas dari DLH Kota Malang di Jalan Suhat.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mulai melakukan penanaman pohon Tabebuya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) untuk mengembalikan penghijauan yang sempat terdampak proyek drainase Pemprov Jatim.
Pada tahap awal, sebanyak 40 pohon Tabebuya ditanam mulai dari Jembatan Suhat hingga kawasan Politeknik Negeri Malang (Polinema), termasuk di ruko seberang Taman Krida Budaya hingga Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).
“Ini tahap awal. Total rencananya sekitar 250 pohon Tabebuya yang akan ditanam di kawasan Suhat. Sisanya nanti kami tempatkan di area dalam Polinema,” kata Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, Kamis (5/2/2026).
Ditegaskan olehnya, penanaman Tabebuya merupakan komitmen DLH Kota Malang untuk mengembalikan penghijauan Suhat. Proses dilakukan bertahap seiring pembangunan pedestrian oleh Pemprov Jatim.
“Sambil menunggu pembangunan pedestrian dari provinsi, kami tetap bergerak memperindah dan menata lingkungan di kawasan tersebut,” ujarnya.
Pihaknya memutuskan memprioritaskan satu jenis tanaman, yakni Tabebuya, sesuai masukan masyarakat agar vegetasi di Suhat seragam.
“Di median taman Suhat sebenarnya sudah ada berbagai jenis pohon, termasuk trembesi yang ukurannya besar-besar. Untuk penanaman baru ini, kami usahakan satu jenis, yaitu Tabebuya,” ucap Raymond.
Tabebuya dipilih karena memiliki daun lebat, tumbuh baik di lahan terbatas, serta bernilai estetika tinggi saat berbunga dengan warna ungu seragam. Selain itu, pohon ini dinilai efektif membantu penyerapan air.
“Secara kualitas udara, sebenarnya Suhat sudah cukup baik. Tapi dengan penambahan Tabebuya berdaun lebar ini,” kata Raymond.
Ia berharap penanaman tabebuya dapat meningkatkan kualitas oksigen, menjaga udara tetap bersih, sekaligus memperkuat fungsi resapan air di kawasan Suhat. (dad/mar)







