Alun-Alun Merdeka, Kota Malang.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Setelah menjalani proses rehabilitasi selama lebih dari 3 bulan, Pemkot Malang resmi memfungsikan kembali Alun-Alun Merdeka sebagai ruang terbuka publik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan kawasan tersebut siap digunakan masyarakat dengan fasilitas baru yang menekankan kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan.
Pelaksana Harian Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyebut revitalisasi berlangsung selama 105 hari kerja. Pekerjaan meliputi penataan ulang infrastruktur, peningkatan kualitas ruang terbuka hijau, serta penambahan sarana publik yang mendukung fungsi sosial dan edukatif.
“Seluruh pekerjaan rehabilitasi telah diselesaikan sesuai perencanaan. Fokus kami tidak hanya pada tampilan fisik, tetapi juga pada fungsi alun-alun sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan,” ujarnya usai peresmian, Rabu (28/1/2026) malam.
Pada malam pembukaan, ribuan warga memadati Alun-Alun Merdeka. Tingginya jumlah pengunjung menjadi perhatian DLH dalam pengelolaan agar fasilitas digunakan secara tertib dan berkelanjutan.
Sejumlah fasilitas baru dihadirkan, antara lain arena bermain anak, air mancur, amphitheater yang diperbarui, arena skateboard, ruang menyusui, toilet umum yang ditingkatkan, serta ruang baca terintegrasi dengan layanan mobil perpustakaan.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut revitalisasi ini sebagai momen yang lama dinantikan masyarakat.
“Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Malang. Dan alhamdulillah malam ini bisa kita resmikan. Antusiasme masyarakat luar biasa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menikmati fasilitas yang ada,” tuturnya.
Wahyu menambahkan, konsep revitalisasi melibatkan berbagai komunitas untuk menumbuhkan rasa memiliki.
“Membangun itu mudah, tetapi memelihara jauh lebih sulit. Karena itu kami ingin menumbuhkan rasa memiliki agar masyarakat ikut menjaga dan merawat Alun-Alun Merdeka,” ucapnya.
DLH Kota Malang akan melakukan monitoring intensif selama satu minggu pasca pembukaan, termasuk pengaturan penggunaan playground dan air mancur. Pengawasan diperketat dengan penempatan petugas di titik strategis, terutama area bermain anak.
Untuk perawatan jangka panjang, DLH menyiapkan sistem kebersihan dan penjagaan 24 jam dengan 20 petugas bergilir, serta anggaran tahunan sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta.
Kerja sama dengan Bank Jatim sebagai mitra revitalisasi juga masih terbuka untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan fasilitas ke depan.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap Alun-Alun Merdeka dapat terus terjaga kualitasnya dan menjadi ruang publik yang aman serta nyaman bagi masyarakat,” kata Raymond. (dad/mar)






