Rektor Unirow dan Dua Dosen Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor

Rektor Unirow dan Dua Dosen Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Para Guru Besar Unirow Tuban foto bersama usai dilakukan pengukuhan oleh Ketua Senat.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban mencatatkan sejarah baru dalam penguatan kualitas akademiknya. Melalui Rapat Terbuka Senat yang digelar di Hotel LYNN Tuban pada Selasa (10/2/2026), Rektor Unirow beserta dua dosen senior resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor).

Ketiga profesor yang dikukuhkan memiliki bidang kepakaran yang strategis, yakni:

  • Prof. Dr. Warli, M.Pd. (Rektor Unirow) – Guru Besar Bidang Kepakaran Pembelajaran Aljabar.
  • Prof. Dr. Imas Cintamulya, M.Si. – Guru Besar Bidang Kepakaran Pembelajaran Biologi.
  • Prof. Dr. Marita Ika Joesidawati, S.T., M.Pd., M.Si. – Guru Besar Bidang Kepakaran Bioteknologi Kelautan.

Dalam pidato pengukuhannya, Rektor Unirow Prof. Warli menekankan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan bukti nyata komitmen kampus dalam memprioritaskan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

"Gelar profesor bukanlah sekadar pengakuan atas kecemerlangan intelektual. Ini merupakan puncak dari sinergi antara ketekunan riset, pengabdian masyarakat dan integritas perjalanan panjangnya tangga birokrasi akademik," tegas Prof. Warli.

Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, mengungkapkan rasa bangganya atas tambahan tiga guru besar ini. Ia memberikan catatan khusus pada kepakaran di bidang kemaritiman yang dinilai sangat relevan dengan letak geografis Kabupaten Tuban.

"Bagi kami keberadaan Tuban dengan garis pantai sepanjang lebih dari 60 kilometer dinilai menyimpan potensi besar yang dapat dikembangkan melalui riset dan inovasi akademik. 60 Km lebih garis pantai Tuban, ini potensi, dikaji dan dikembangkan secara konseptual melalui riset dan inovasi akademis," beber Sudjarwoto.

Apresiasi juga datang dari Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Hadir secara daring, ia berharap penambahan guru besar ini menjadi mesin penggerak bagi Unirow untuk meningkatkan tata kelola akademik menuju standar internasional (World Class University).

"Ke depan, kerja sama Tri Darma perguruan tinggi perlu diperluas, tidak hanya bersifat umum, tetapi diarahkan pada kolaborasi strategis berskala internasional," harap Prof. Dyah.

Sebelum dikukuhkan, ketiga profesor memaparkan orasi ilmiah yang menjadi landasan kepakaran mereka:

  • Prof. Imas Cintamulya menyoroti "Paradigma Baru Pembelajaran Biologi Abad 21" yang mengintegrasikan literasi digital dengan nilai spiritual.
  • Prof. Marita Ika Joesidawati memaparkan konsep "Benteng Biru Nusantara" melalui bioteknologi kelautan untuk adaptasi iklim dan kemandirian ekonomi biru.
  • Prof. Warli memfokuskan pada "Penguatan Berpikir Aljabar" melalui teknik scaffolding untuk membantu mahasiswa mengonstruksi pembuktian matematika formal.