Gibran Rabuming Raka. Foto: Tempo
Hal itu disampaikan AHY usai rapat terbatas di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 18 Februari 2025 seperti dikutip Metro.com.
Tapi ketika ditanya wartawan soal Gibran ia tak menjawab.
“Ah, sudah, ya sudah, ya sudah,” kata AHY sembari tersenyum.
Alhasil, hingga berita ini ditulis tak ada satu pun partai yang mendukung Gibran, kecuali PSI. Para ketua umum partai yang pada era Presiden Jokowi sendiko dawuh sekarang semburat.
Ini tentu fenomena politik menarik. Apalagi sebelumnya, Ketua Harian PSI Ahmad Ali dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi kompetitor kuat di kontestasi Pemilihan Presiden 2029.
“(Gibran) Bisa menjadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya,” kata Ahmad Ali dalam Podcast Gaspol, Kamis (22/1/2026).
“Kalau saya sih sederhana saja, emang ada calon pesiden lebih baik dari pada Gibran?” ujar mantan Wakil Ketua Umum Nasdem itu.
Menurut dia, Gibran memiliki modal politik yang tidak dimiliki banyak tokoh seusianya. Apalagi pada 2029 nanti Gibran baru berusia 42 tahun, usia yang relatif muda dalam peta politik nasional, namun telah mengantongi pengalaman strategis sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia selama lima tahun.
Ahmad li menilai pengalaman tersebut menjadi pembeda utama antara Gibran dan sejumlah tokoh muda lain yang kerap disebut-sebut sebagai kandidat potensial di masa depan.
Yang juga menarik, Ahmd Ali cebderung meremehkan tokoh-tokoh seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Menurut dia, Muhaimin dan AHY tidak memiliki pengalaman eksekutif setingkat kepala daerah, seperti wali kota, sebelum maju ke panggung nasional.
“Emang dari nama-nama yang disebut, ada enggak yang pernah punya pengalaman jadi wali kota? Artinya dari mereka-mereka itu belum ada yang pernah dipilih oleh rakyat,” ujar Ahmad Ali.
Namun tak lama kemudian Ahmad Ali melakukan klarifikasi. Ia mengaku tidak bermaksud menjadikan Gibran sebagai lawan politik Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” tulis Ahmad Ali dalam rilis klarifikasinya.
Menanggapi pernyataan Ahmad Ali itu orang-orang di lingkaran Gerinda mengaku tak ada masalah. “Tapi ini menjadi catatan bagi Gerindra,” ujar sumber BANGSAONLINE.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




