Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, saat memberi keterangan ke awak media.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Relawan Pro-Jokowi (Projo) Jawa Timur menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dengan agenda pemilihan ketua, Minggu (12/4/2026).
Acara dihadiri Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, serta seluruh pengurus DPC se-Jawa Timur. Saat itu, ia menegaskan bahwa amanat Kongres Projo adalah melakukan konsolidasi nasional di daerah.
“PROJO ini lahir dari semangat gerakan rakyat sehingga kita harus mentransformasikan diri sehingga PROJO bisa menjadi gerakan rakyat yang terus memberi manfaat yang terbaik buat nasib bangsa negara dan rakyat,” ujarnya.
Ia menyebut konsolidasi serupa akan dilakukan di provinsi lain.
“Karena kita berharap Projo ini semakin bermanfaat bagi sumbangsih organisasi untuk kemajuan Indonesia ke depan,” katanya.
Budi juga menegaskan komitmen Projo mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kita berkomitmen untuk mengawal pemerintahan Pak Prabowo Gibran sampai selesai. Dan kita berharap semua program-program strategis Pak Prabowo-Gibran kita kawal sehingga dapat memberi dampak yang nyata dan terbaik bagi rakyat,” paparnya.
Ia berharap, DPD Projo Jatim segera bergerak menjawab persoalan strategis rakyat.
“Kita percaya bahwa demokrasi ini harus dan membutuhkan partisipasi warga, partisipasi rakyat. Disinilah PROJO menggerakkan, menggelorakan, dan mendukung gerakan rakyat yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Projo Jatim terpilih, Mohammad Soleh, menyampaikan program kerja 100 hari untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Kita lakukan untuk konsolidasi menjadi PROJO yang solid dan terorganisir. Kita buat program 100 hari ini harus selesai. Kita lakukan ada di 38 kota dan kabupaten,” ucapnya. (dad/mar)

























