Dyan Anggarahini Sulistyowati, Kadinkes Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kecamatan Trowulan kini berada dalam radar kewaspadaan tinggi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. Wilayah di kawasan barat ini mencatatkan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya sejak awal tahun 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang Januari lalu terdapat 6 pasien yang dinyatakan positif DBD di Trowulan. Memasuki bulan Februari, tren tersebut berlanjut dengan tambahan 2 pasien positif. Meski curah hujan tahun ini tergolong tinggi—yang secara alami membantu menghanyutkan jentik nyamuk di saluran air—risiko penularan di lingkungan padat tetap mengintai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggarahini Sulistyowati, mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah Trowulan menjadi salah satu faktor pemicu cepatnya perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
"Kecamatan Trowulan berpotensi menjadi daerah penyebaran DBD karena banyaknya usaha rosok milik warga. Banyaknya plastik yang tergenang menyebabkan jentik nyamuk cepat berkembang biak," jelas Dyan Anggarahini kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).
Senada dengan Kadinkes, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Agus Dwi Cahyono, memetakan bahwa selain Trowulan, terdapat dua kecamatan lain yang juga memiliki potensi kerawanan serupa, yakni Kecamatan Sooko dan Kemlagi.
"Selain wilayah Kecamatan Trowulan, dua daerah lainnya yaitu Kecamatan Sooko dan Kemlagi. Rinciannya per Januari 6 positif di Kecamatan Trowulan, Kemlagi, Sooko. Sedangkan pada Februari 2 positif dari Kecamatan Trowulan," imbuh dr. Agus.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




