Dyan Anggarahini Sulistyowati, Kadinkes Kabupaten Mojokerto.
Menyikapi situasi ini, Dinkes menegaskan bahwa tindakan pengasapan atau fogging bukanlah solusi utama. Pihaknya lebih mendorong masyarakat untuk melakukan langkah preventif melalui gerakan 3M Plus dan penggunaan perlindungan mandiri.
"Kita sosialisasi ke masyarakat mengenai 3M plus memberi obat nyamuk, penggunaan kelambu, memberi obat nyamuk Autan, Abate pada tampungan air. Pencegahannya yakni utamakan kebersihan, bukan foggingnya," tegas dr. Agus.
Dinkes juga bersikap selektif dalam melakukan fogging. Tindakan tersebut hanya akan diambil jika sudah ada hasil uji laboratorium yang valid dan proses tracing (pelacakan) lapangan. Dr. Agus mengingatkan bahwa layanan fogging dari pemerintah bersifat gratis, namun pelaksanaannya memerlukan koordinasi antara Puskesmas dan pihak desa terkait tenaga operasional.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan diagnosa mandiri. Jika ada anggota keluarga yang mengalami panas tinggi lebih dari tiga hari, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
"Apabila ada anggota keluarga yang panas lebih dari 3 hari, dibawa ke Puskesmas di-lab biar tahu hasilnya. Karena belum tentu panas itu juga DB," pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak Dinkes masih terus memantau perkembangan data, mengingat laporan untuk bulan Februari belum sepenuhnya masuk dari seluruh wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




