Masjid Tiban Blitar: Misteri Pembangunan Semalam yang Jadi Destinasi Ziarah

Masjid Tiban Blitar: Misteri Pembangunan Semalam yang Jadi Destinasi Ziarah Bangunan bagian depan masjid Tiban Temenggunan yang sudah melalui proses renovasi atau tambahan bangunan.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Masjid Baitul Muk’minin atau lebih dikenal sebagai Masjid Tiban di Dusun Gembong, Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, menyimpan kisah yang hingga kini masih menjadi teka-teki. 

Warga setempat percaya masjid ini berdiri hanya dalam satu malam pada era 1920-an, setelah terdengar suara riuh pertukangan tanpa terlihat sosok pekerja.

Sejarah mencatat nama Abdullah Islam atau Mbah Wali sebagai tokoh di balik pembangunan masjid tersebut. Namun, kecepatan proses pembangunan dengan peralatan tradisional tetap menimbulkan nuansa mistis.

Bangunan utama masjid menampilkan ukiran kayu melingkar dengan lafaz 'Ilah' sebagai penyangga, yang disebut peziarah sebagai pengingat akan keterbatasan manusia. Di bagian belakang, terdapat makam Mbah Wali yang ramai diziarahi setiap malam Selasa, malam Jumat Wage, dan bulan Syawal.

"Tiap malam Selasa, malam Jumat Wage dan bulan Syawal, banyak peziarah berkunjung ke sini. Biasanya usai ziarah, mereka tahlilan sampai pagi," kata Kepala Dusun Gembong, Tarmuji.

Kini, Masjid Tiban terdiri dari 3 bagian, yakni bangunan utama untuk ibadah dan makam Mbah Wali, bangunan kedua untuk imam, serta aula luas yang dibangun kemudian untuk menampung jamaah. 

Meski mengalami perluasan, aura asli masjid tetap terjaga, menjadikannya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga monumen keajaiban yang dipercaya masyarakat Blitar. (tri/mar)