Perawatan lokomotif di depo Madiun
Untuk mendukung operasional, Daop 7 Madiun menyiagakan 10 unit lokomotif, terdiri dari enam unit seri CC 201 dan empat unit seri CC 203.
Selain itu, tersedia 78 unit kereta penumpang kelas eksekutif dan ekonomi, lima kereta makan dan pembangkit (MP), empat kereta makan (M1), empat kereta pembangkit (P), serta tiga kereta bagasi (B) untuk mendukung layanan logistik dan bagasi.
Proses perawatan dilakukan oleh tenaga ahli dari Unit Sarana Daop 7 Madiun dengan fokus pada aspek vital dan fasilitas pelayanan:
- Sistem Operasional: Pengecekan lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper, serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis.
- Rangka Bawah: Pemeriksaan intensif pada bagian bogey (roda) dan alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan.
- Fasilitas Penumpang: Memastikan seluruh fasilitas di dalam kereta (AC, toilet, kursi, dan lampu penerangan) berfungsi dengan baik, andal, dan laik operasi.
Tohari menegaskan, komponen yang aus atau melebihi batas toleransi akan segera diganti sesuai standar teknis yang berlaku.
Sepuluh lokomotif tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk menarik sejumlah kereta unggulan di wilayah Daop 7 Madiun, di antaranya KA Madiun Jaya, KA Bangunkarta, KA Singasari, KA Brantas, KA Kahuripan, dan KA Brantas Tambahan.
"Skema operasional kami buat fleksibel; ada lokomotif yang beroperasi, ada yang siaga sebagai cadangan, dan ada yang menjalani perawatan rutin. Hal ini untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul selama masa tugas dalam Angkutan Lebaran," pungkasnya. (dro/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




