Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah melanjutkan rangkaian kegiatan Sapa Bansos 2026 dengan menyalurkan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Kediri. Kegiatan berlangsung di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Kras, pada Minggu (1/3/2026).
Dalam agenda tersebut, Khofifah didampingi jajaran pejabat daerah terkait. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp16.616.779.000,00. terdiri atas Rp15.061.879.000,00. untuk Kabupaten Kediri dan Rp1.554.900.000,00. untuk Kota Kediri.
“Ini sapa bansos ketujuh yang disalurkan di tahun 2026. Ada bantalan sosial sifatnya charity untuk kategori vulnerable group atau kelompok rentan mulai disabilitas berat dan lansia kurang mampu, kita menyampaikan asistensi sosial serta PKH Plus,” kata Khofifah.
Selain bantuan sosial, Pemprov Jatim juga menyalurkan program penguatan ekonomi seperti KIP Jawara untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, zakat produktif, serta pemberdayaan desa.
“Ada juga program untuk KIP Jawara pengentasan kemiskinan ekstrem dan zakat produktif. Jadi sifatnya bantalan ekonomi. Ada juga yang sifatnya penguatan dan pemberdayaan di tingkat desa,” ucap Khofifah.
Di Kabupaten Kediri, alokasi terbesar berasal dari Dinas Sosial Jatim senilai Rp5,577 miliar untuk Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 1.988 keluarga, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 168 jiwa, bantuan KIP PPKS Jawara, serta Bantuan Operasional dan tali asih bagi 170 jiwa.

BUMD Jatim juga menyalurkan zakat produktif Rp25 juta bagi 50 penerima manfaat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim mengalokasikan Rp628 juta untuk program Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta BKK Kabupaten, ditambah Bantuan Keuangan Desa Rp2,4 miliar.
Bantuan juga diberikan oleh sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp4,1 miliar, Dinas Perkebunan Rp620 juta, serta dinas lainnya.
Untuk Kota Kediri, bantuan mencapai Rp1,554 miliar, terdiri atas PKH Plus Rp970 juta, Bansos Kemiskinan Ekstrem Rp187,5 juta, ASPD Rp198 juta, KIP PPKS Jawara Rp72 juta, serta BOP tali asih Rp102,4 juta. BUMD Jatim kembali menyalurkan zakat produktif Rp25 juta bagi 50 penerima manfaat.
Khofifah menegaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya berfungsi sebagai bantalan sosial, tetapi juga bantalan ekonomi yang bersifat komplementer terhadap program pemerintah pusat maupun daerah.
“Maka program dari Pemprov sifatnya komplementaritas dari program serupa atau yang memiliki keserupaan baik pusat atau Kabupaten Kota,” tuturnya.
Dalam setiap kegiatan Sapa Bansos, Khofifah juga menyempatkan diri bersilaturahim dengan anak-anak Sekolah Rakyat, menekankan pentingnya interaksi sosial dan penguatan karakter selain pembinaan akademik. (dev/mar)














