Membludak! 3.000 Murid MI-SD se-Jatim Ikuti TKA Competition 2026 Amanatul Ummah

Membludak! 3.000 Murid MI-SD se-Jatim Ikuti TKA Competition 2026 Amanatul Ummah Para murid SD dan MI membludak. Mereka dengan penuh semangat mengikuti TKA Competition 2026 Pesantren Amanatul Ummah itu digelar di Student Centre Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Ahad (5/3/2026) pagi. Foto: MMA/bangsaonline

”Sekarang kita dijajah lagi,” kata Kiai Asep sembari menyebut bangsa Indonesia sedang dijajah oleh Amerika Serikat.

“Freeport dan Blok Cepu itu juga bentuk penjajahan. Emas berton-ton dibawa ke Amerika, sedangkan kita hanya dapat berapa persen,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Yang mengerikan, ungkap Kiai Asep, kita juga dijajah oleh bangsa sendiri.

“Oleh WNI,” ujarnya.

Mereka adalah oligarki yang menguasai 70 persen ekonomi Indonesia . "Mereka tidak peduli terhadap orang miskin," ujar Kiai Asep.

“Konglomerat yang kita butuhkan adalah konglomerat yang peduli terhadap bangsa Indonesia. Sekarang ekonomi Indonesia hanya dikuasai oleh 50 keluarga, yaitu oligarki," tegas Kiai Asep lagi.

Karena itu, tegas Kiai Asep, secara SDM kita harus terus meningkatkan kualitas. Acara Competition ini, tegas Kiai Asep, juga dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.

Kiai Asep juga mengingatkan pentingnya trasnsformasi orientasi perjuangan dalam mengisi kemerdekaan RI. Menurut Kiai Asep, kita berorientasi mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan RI. Yaitu Indonesia maju, adil dan makmur.

Di tengah-tengah acara itu berlansung Kiai Asep bertemu dengan para guru yang mendampingi para siswa dan siswi tersebut. Sekitar 300 guru mengikuti acara silaturahim dengan Kiai Asep di ndalemnya di lantai II.

Acara silaturahim dengan Kiai Asep itu tak lama. Mereka kemudian makan bersama di ndalem Kiai Asep. Setelah itu mereka satu persatu keluar dengan diberi sarung.

Bupati Gus Bara dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini menambah kualitas, khususnya di bidang pendidikan MI dan SD. Karena itu ia mengampresiasi acara yang digelar Amanatul Ummah itu.

Senada dengan Gus Bara, Gus Afif menyatakan bahwa acara ini merupakan tradisi Amanatul Ummah.

“Agar bisa berkompetisi secara sehat,” ujar Gus Afif.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar mengaku kagum terhadap kepedulian Kiai Asep terhadap peningkatan kualitas murid.

“Mereka bisa mengikuti kompetisi secara gratis, masih mendapat makan, dan mendapat soal-soal,” ujar Amsar sembari mengatakan bahwa antusiasme dan MI sangat besar.

“Mereka sangat bersemangat,” ujarnya.

Pengumuman juara diumumkan pada hari itu juga. Beberapa murid muncul sebagai juara. Diantaranya M. Abdurrahman Chalim, siswa SD Islam Mambaul Ulum Panjunan Waru Sidoarjo. Putra pasangan Gus Afif dan Ning Iro itu juara 1. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO