Klarifikasi pihak PT GWS atas peristiwa ledakan yang memakan korban jiwa
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Manajemen PT Great Wall Steel (GWS) menyebut korban tewas dalam insiden ledakan bukan merupakan karyawan internal perusahaan, melainkan kenek sopir dari pihak supplier.
HRD GA PT GWS, Heri Prasetyo, menjelaskan bahwa korban saat kejadian tengah beristirahat di area parkir, sekitar 50 meter dari titik ledakan.
“Korban bukan karyawan kami, melainkan kenek sopir dari supplier. Saat kejadian, ia sedang beristirahat di area parkir mobil,” jelas Heri.
Ia mengungkapkan, ledakan terjadi saat pekerja melakukan pemotongan besi tua berbentuk tabung menggunakan mesin las blender. Material tersebut merupakan kiriman dari supplier yang harus diproses sebelum masuk tahap peleburan.
Namun, tanpa diduga, besi tersebut meledak dan memicu serpihan logam beterbangan ke berbagai arah.
“Serpihan besi dari ledakan mengenai korban, sehingga korban mengalami luka parah dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” ungkapnya.
Selain korban jiwa, dua karyawan internal GWS yang berada di lokasi pemotongan juga terdampak.
Satu orang dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan, sementara satu lainnya masih dalam pemeriksaan guna mengantisipasi trauma.
Heri menambahkan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal oleh tim Gegana dan Inafis memastikan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer.
“Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan bukan dari bahan peledak militer. Hal ini terlihat dari minimnya kerusakan pada bangunan dan mesin produksi,” terangnya.
Dampak fisik ledakan relatif terbatas, hanya berupa tanah yang sedikit terangkat serta beberapa kabel listrik yang putus di area scrapyard.
Saat ini, aktivitas operasional pabrik dihentikan sementara guna mendukung proses investigasi oleh Polda Jawa Timur. Manajemen GWS juga tengah menelusuri asal-usul besi tua dari supplier sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami masih menelusuri asal-usul material dari supplier untuk memastikan keamanan ke depan,” pungkasnya. (cat/van)

























