Salah satu pedagang yang mengeluhkan langkanya Minyakita di Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Minyak goreng subsidi Minyakita mendadak hilang dari sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan sejak Lebaran.
Kelangkaan tersebut memicu lonjakan harga hingga menembus batas HET atau Harga Eceran Tertinggi, memukul daya beli masyarakat kecil. Di Pasar Kebonagung, Kecamatan Purworejo, rak yang biasanya terisi minyak subsidi kini kosong.
“Sejak Lebaran sudah kosong. Kalau pun ada, harganya tidak seperti dulu,” kata salah satu pedagang, Wiwik, Selasa (14/4/2026).
Sebelumnya, Minyakita dijual sesuai HET Rp15.700,00. per liter. Kini harga naik menjadi Rp20-22 ribu per liter.
Dampaknya, minyak kemasan ikut naik dari Rp40 ribu menjadi Rp43 ribu per 2 liter, sementara minyak curah naik dari Rp19.500,00. menjadi Rp22.500,00. per liter.
“Harga naik semua, Minyakita juga tidak ada,” cetus seorang pembeli, Sholeh.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, membenarkan adanya gangguan distribusi dari Bulog ke pedagang.
“Distribusi dari Bulog ke pedagang memang terhambat,” ujarnya.
Pemerintah daerah setempat menyiapkan operasi pasar untuk menekan gejolak harga, dan memastikan ketersediaan barang.
“Semoga ke depan dengan adanya operasi nanti, diharapkan mampu menormalkan kembali pasokan Minyak Kita di Kota Pasuruan,” ucap Mulyono. (maf/par/mar)

























