Pemkot Kediri Gelar Workshop Guru PAUD Pembelajaran Inklusi

Pemkot Kediri Gelar Workshop Guru PAUD Pembelajaran Inklusi Workshop Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran Inklusi di Kota Kediri. Foto: Ist

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri menggelar workshop Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran Inklusi bertema Optimalisasi Deep Learning dalam Membentuk Karakter dan Kemandirian Anak. 

Kegiatan berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan selama dua hari, Rabu (15/4/2026) dan Jumat (17/4/2026), diikuti 250 pendidik dari berbagai jenjang PAUD se-Kota Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menegaskan pentingnya penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai metode prioritas dalam membentuk karakter anak. 

“Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan Kota Kediri mengadakan workshop selama dua hari dengan fokus pembelajaran berdiferensiasi yang mencakup aspek olah pikir, olah rasa, dan olah hati,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) juga diperkenalkan untuk membangun karakter peserta didik. Guru didorong lebih inovatif memanfaatkan Alat Permainan Edukatif (APE) dan media kelas agar anak dapat belajar kreatif tanpa terbebani. 

“Anak didik yang berusia PAUD adalah mereka yang akan menjadi pemimpin Indonesia Emas pada Tahun 2045 kelak,” tuturnya.

Workshop menghadirkan 2 narasumber, yakni Wiedy Putri Fauziah, guru berprestasi nasional sekaligus pegiat inklusi dari Mojokerto, serta Atik Rakhmawati, Kepala Sekolah Inspiratif dari Kota Batu. 

Peserta dibagi kelompok untuk praktik mengajar berdiferensiasi dengan target memahami esensi Pembelajaran Mendalam.

Sebagai tindak lanjut, Dindik Kota Kediri akan melakukan pemantauan ke lembaga PAUD pada Mei mendatang dan meminta setiap lembaga mengirimkan video pembelajaran sebagai bahan evaluasi bersama. 

Kepala Dindik Kota Kediri menegaskan bahwa menegaskan jenjang PAUD adalah fondasi utama pendidikan. 

“Semangat, kesungguhan dan totalitas Bapak/Ibu pendidik di jenjang PAUD ini akan menentukan keberhasilan anak-anak didik dan tercapainya Indonesia Emas,” pungkasnya. (uji/mar)