Program JKN Bantu Warga Kediri Jalani Pengobatan Kanker

Program JKN Bantu Warga Kediri Jalani Pengobatan Kanker Baniyem saat menjalani perawatan. Foto: Ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional menjadi penopang bagi peserta yang harus menjalani perawatan jangka panjang, termasuk pengobatan kanker. Manfaat itu dirasakan langsung oleh Baniyem (56), warga Kabupaten Kediri, yang tengah menjalani terapi kanker payudara.

Baniyem menuturkan keluhan awal berupa rasa sakit pada bahu hingga tangan membuatnya memeriksakan diri ke puskesmas. Ia kemudian dirujuk ke RS Pare dan akhirnya ke RSUD Gambiran Kota Kediri untuk menjalani kemoterapi. 

“Sekitar 2 bulan lalu, bahu sampai tangan saya terasa sakit semua. Dari situ saya berobat ke puskesmas, lalu dirujuk ke RS Pare. Namun, karena saat itu fasilitas kemoterapi belum tersedia, saya kembali dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri untuk menjalani pengobatan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan pemerintah daerah, Baniyem memperoleh layanan pemeriksaan, operasi, hingga kemoterapi tanpa harus khawatir biaya. 

“Saya merasa sangat beruntung karena ada BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu bagaimana harus menjalani pengobatan ini, karena pasti membutuhkan biaya yang sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh layanan yang diterima berjalan baik tanpa biaya tambahan. 

“Selama menjalani pengobatan, saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya, seratus rupiah pun tidak ada. Bahkan, sejak pemeriksaan awal di puskesmas, operasi, hingga dirujuk ke RSUD Gambiran, saya juga tidak diminta biaya tambahan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menyebut kisah Baniyem sebagai bukti nyata manfaat JKN. 

“Pengobatan kanker membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun melalui Program JKN, peserta tetap dapat menjalani pemeriksaan, operasi, hingga kemoterapi tanpa dibayangi kekhawatiran biaya. Kami juga mengapresiasi peran pemerintah daerah yang telah mendaftarkan dan menjamin iuran peserta,” paparnya. (uji/mar)