Ilustrasi. Foto: Pinterest
BANGSAONLINE.com - Pernah merasa sulit berhenti scrolling media sosial? Awalnya hanya ingin membuka media sosial selama beberapa menit saja, tapi tanpa disadari jadi keterusan dan sampai lupa waktu? Kebiasaan ini kini telah menjadi salah satu fenomena digital yang banyak terjadi.
Banyak orang merasa susah untuk berpaling dari layar gadgetnya saat sudah scrolling, terutama scrolling berita yang sedang trending, baik positif ataupun negatif.
Mereka akan terus mencari tahu sampai rasa penasaranya hilang, meskipun hal tersebut kadang membuat perasaannya tidak nyaman. Fenomena ini sepertinya sudah sering dihadapi, terutama di era yang sudah serba digital ini. Kebiasaan ini bisa juga disebut dengan doomscrolling.
Apa itu doomscrolling? Doomscrolling adalah perilaku seseorang yang terus menerus menggulir layar ponsel untuk membaca atau mencari tahu tentang berita negatif secara berlebihan, meskipun hal tersebut membuat stres, cemas, bahkan perasaan tidak nyaman.
Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus dapat berpengaruh buruk pada kesehatan mental dan dapat memperburuk kondisi emosional seseorang.
Faktor Penyebab Doomscrolling
Algoritma Media Sosial
Platform digital dirancang untuk menampilkan konten yang sesuai dengan minat pengguna sehingga membuat mereka terus tertarik melihat unggahan berikutnya. Akibatnya tanpa disadari seseorang dapat scrolling dalam waktu lama.
Rasa Takut Tertinggal Informasi atau Tren Terbaru (FOMO)
Rasa takut tertinggal informasi atau tren terbaru dapat membuat seseorang terus melakukan scrolling di media sosial. Banyak orang merasa harus selalu mengtahui hal hal yang sedang viral atau tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman.
Rasa Cemas dan Ketidakpastian
Ketika muncul berita tentang krisis ekonomi, pandemi, atau peristiwa besar lainnya, banyak orang merasa khawatir sehingga terus mencari informasi terbaru di media sosial. Namun kebiasaan terus menerus membaca berita negatif justru dapat membuat seseorang semakin stres dan sulit berhenti scrolling sosial media.
Dampak Doomscrolling
Kesehatan Mental
Terlalu sering melihat berita negatif, komentar buruk, atau kehidupan orang lain di media sosial dapat berdampak pada Kesehatan mental seseorang. Kebiasaan tersebut dapat memicu rasa cemas, stress dan insecure. Banyak orang yang akhirnya membandingkan diri mereka dengan orang lain yang terlihat memiliki kehidupan lebih baik di media sosia, sehingga muncul rasa kurang percaya diri dan tidak puas dengan diri sendiri.
Kualitas Tidur Menurun
Doomscrolling dapat membuat kualitas tidur seseorang menjadi terganggu. Kebiasaan scrolling media sosial yang tidak kenal waktu sering membuat seseorang terjaga hingga larut malam. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi tersebut dapat membuat tubuh mudah lelah, mengganggu konsentrasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Burnout dan Overthinking
Melihat informasi negatif secara terus menerus menyebabkan otak mudah lelah dan sulit untuk berkonsentrasi. Kebiasaan tersebut juga dapat memicu overthinking karena seseorang terus memikirkan hal-hal buruk yang dilihat di media sosial.
Jadi dari beberapa faktor penyebab dan dampak doomscrolling diatas, dapat kita lihat jika kebiasaan menggulir media sosial secara berlebihan berpengaruh buruk bagi kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu. penggunaan media sosial harus digunakan secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Ingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak akan memberikan hasil yang baik. (mg3/rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




