Ilustrasi. Foto: Pinterest
Ketika muncul berita tentang krisis ekonomi, pandemi, atau peristiwa besar lainnya, banyak orang merasa khawatir sehingga terus mencari informasi terbaru di media sosial. Namun kebiasaan terus menerus membaca berita negatif justru dapat membuat seseorang semakin stres dan sulit berhenti scrolling sosial media.
Dampak Doomscrolling
Kesehatan Mental
Terlalu sering melihat berita negatif, komentar buruk, atau kehidupan orang lain di media sosial dapat berdampak pada Kesehatan mental seseorang. Kebiasaan tersebut dapat memicu rasa cemas, stress dan insecure. Banyak orang yang akhirnya membandingkan diri mereka dengan orang lain yang terlihat memiliki kehidupan lebih baik di media sosia, sehingga muncul rasa kurang percaya diri dan tidak puas dengan diri sendiri.
Kualitas Tidur Menurun
Doomscrolling dapat membuat kualitas tidur seseorang menjadi terganggu. Kebiasaan scrolling media sosial yang tidak kenal waktu sering membuat seseorang terjaga hingga larut malam. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi tersebut dapat membuat tubuh mudah lelah, mengganggu konsentrasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Burnout dan Overthinking
Melihat informasi negatif secara terus menerus menyebabkan otak mudah lelah dan sulit untuk berkonsentrasi. Kebiasaan tersebut juga dapat memicu overthinking karena seseorang terus memikirkan hal-hal buruk yang dilihat di media sosial.
Jadi dari beberapa faktor penyebab dan dampak doomscrolling diatas, dapat kita lihat jika kebiasaan menggulir media sosial secara berlebihan berpengaruh buruk bagi kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu. penggunaan media sosial harus digunakan secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Ingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak akan memberikan hasil yang baik. (mg3/rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




