Namun, bobot hewan yang besar membuat upaya tersebut gagal dilakukan.
Berdasarkan keterangan warga, sapi tersebut baru tiba di lokasi sebelum kejadian.
Hewan kurban itu diduga panik akibat keramaian anak-anak di sekitar area penambatan.
Salah seorang warga, Krisna, mengatakan sapi sempat berlari cukup jauh di area permukiman sebelum akhirnya tercebur ke sungai.
“Sapinya datang, saya ikat di sini. Terus banyak anak kecil, kemungkinan sapi haus atau takut, lalu lari tercebur sungai,” tuturnya.
Menurut Krisna, sempat ada warga yang mencoba menghadang laju sapi. Namun, hewan tersebut justru berbelok ke arah sungai karena panik.
“Ada orang mau menghadang, tapi karena sapinya takut akhirnya belok ke sungai,” imbuhnya.
Setelah proses evakuasi selama hampir dua jam, petugas akhirnya berhasil mengangkat sapi dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah sapi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung kami serahkan kembali kepada pemiliknya,” ucap Yoli.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pengamanan hewan kurban, terutama saat baru tiba di lokasi penyembelihan maupun penampungan sementara.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pengamanan hewan kurban agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.(cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




