Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengapresiasi aspirasi yang disampaikan GMNI setempat terkait isu pendidikan. Aspirasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD dan OPD terkait di Aula Gedung DPRD Trenggalek pada Senin (18/5/2026).
“Ini bagus dan positif. Ini akan membuka ruang, ini rumah rakyat, siapapun bisa datang menyampaikan aspirasi dan terima kasih pada GMNI yang telah menyampaikan banyak hal tadi,” kata Sukarodin.
Menurut dia, beberapa hal yang diangkat GMNI antara lain masalah Anak Tidak Sekolah (ATS), infrastruktur, sarana dan prasarana, keterbukaan pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP), serta persentase anggaran pendidikan.
Sukarodin menyebut, data 5 bulan terakhir menunjukkan perkembangan positif, dengan 1.167 ATS kembali bersekolah.
“Mengembalikan ribuan ATS ke sekolah dalam kurun waktu 5 bulan bukanlah pekerjaan yang mudah. Ini mesti kita hargai, kita apresiasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah ATS terbanyak berada di tingkat SMA sederajat yang bukan kewenangan pemerintah kabupaten, sementara di tingkat SD dan SMP jumlahnya relatif kecil.
Terkait infrastruktur, politikus PKB itu menekankan pentingnya kenyamanan anak saat berangkat sekolah. Namun, untuk sarana dan prasarana, ia mengakui keterbatasan fiskal daerah membuat Pemkab Trenggalek belum mampu mengatasi sepenuhnya.
Sukarodin juga menegaskan keterbukaan pengelolaan PIP sudah sesuai berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan. Sementara anggaran pendidikan di Trenggalek mencapai 30 persen, lebih tinggi dari persyaratan nasional sebesar 20 persen. (man/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




