Setiap 1 Muharram kain penutup ka’bah (kiswah) selalu diganti. Foto: MSN/MCH 2026
Dalam kesempatan tersebut, Erti juga menceritakan sejarah singkat pergeseran waktu prosesi pergantian Kiswah. Dahulu, kain penutup ini diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah, tepat ketika kondisi Masjidil Haram sedang lengang karena seluruh jemaah haji tengah melaksanakan puncaknya ibadah (wukuf) di Padang Arafah.
Namun, kebijakan tersebut resmi berubah dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
"Saya pernah mengalami tahun 2018 itu (pergantian Kiswah) pada 9 Dzulhijjah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan untuk mengganti dari 9 Dzulhijjah menjadi 1 Muharram itu pada tahun 2022 atau 1444 Hijriah," kenang Erti.
Sebagai informasi, Kiswah merupakan kain penutup bernilai seni dan spiritual luar biasa. Kain ini ditenun menggunakan bahan sutra hitam murni dengan kualitas tertinggi.
Kemegahannya kian memancar berkat hiasan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an. Tulisan tersebut disulam secara detail menggunakan puluhan kilogram benang emas dan perak murni oleh tangan-tangan pengrajin ahli di kompleks khusus pembuatan Kiswah di Makkah.
Sesuai dengan regulasi terbaru, prosesi penurunan kain lama dan penaikan Kiswah baru yang melibatkan tim ahli otoritas Masjidil Haram dijadwalkan berlangsung khidmat pada malam nanti, menyambut detik-detik masuknya bulan suci Muharram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




