Gegara Masalah Keandalan Mesin, Hamilton Prediksi Duo Mercedes Bakal Kena Penalti Grid Musim ini

SILVERSTONE, BANGSAONLINE.com – Juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton, memprediksi duo pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli, akan menghadapi penalti penurunan posisi start (grid penalty) di sisa musim Formula 1 2026. Penalti ini diperkirakan terjadi akibat penggunaan komponen unit daya (power unit) yang berpotensi melampaui batas alokasi resmi.

Di sisi lain, Hamilton justru memberikan pujian setinggi langit untuk keandalan mesin Ferrari yang menjadi rival mereka. Menurutnya, performa konsisten pabrikan Italia tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif yang matang.

"Sangat terkesan," ujar Hamilton mengenai keandalan Ferrari. "Saya rasa kami memulai musim ini dengan kesadaran bahwa kami perlu meningkatkan standar dalam proses kerja dan cara kami menjalankan akhir pekan balapan."

"Itu adalah hal yang kami upayakan sejak tahun lalu. Dan tim ini benar-benar... setiap individu memberikan kontribusi besar dan menampilkan performa terbaik mereka. Kru di garasi bekerja sangat keras untuk pit stop; kami memiliki pit stop yang hebat. Lalu, semua orang di pabrik juga bekerja keras untuk menghadirkan konsistensi ini, dan menurut saya, itulah faktor penentu yang sesungguhnya pada tahun ini."

Kekhawatiran Hamilton bukan tanpa alasan. Baik Russell maupun Antonelli masing-masing telah mencatatkan satu kali gagal finis (retirement) akibat problem kelistrikan musim ini—Russell di GP Kanada dan Antonelli di GP Barcelona. Kegagalan mekanis di awal musim ini berpotensi merusak manajemen komponen cadangan (pool) milik Mercedes.

"Secara umum, kita melihat mesin mengalami lebih banyak masalah tahun ini dibandingkan biasanya. Saya tidak tahu bagaimana situasi terkait komponen baterai bagi George dan Kimi, namun saya membayangkan pada titik tertentu pasti akan ada penalti, mengingat adanya batasan jumlah unit baterai yang bisa digunakan," kata Hamilton.

"Namun, kunci bagi kami adalah mempertahankan performa ini, memaksimalkan perolehan poin, dan tampil sebaik mungkin, bahkan dalam situasi di mana kami tidak bisa memenangkan balapan."

Berdasarkan regulasi teknis FIA untuk musim 2026, setiap pembalap dibatasi ketat dalam penggunaan komponen mesin per musimnya:

  • Maksimal 4 Unit: Mesin Pembakaran Internal (ICE), Turbocharger (TC), dan Sistem Pembuangan (EX).
  • Maksimal 3 Unit: Motor-Generator Kinetik (MGU-K), Penyimpan Energi/Baterai (ES), dan Sistem Kendali Kelistrikan (CS).

Data laporan FIA menjelang GP Inggris menunjukkan bahwa Mercedes dan Ferrari sebenarnya menggunakan jumlah komponen kelistrikan yang sama dalam alokasi mereka.

Namun, yang menjadi misteri adalah laporan tersebut tidak merinci apakah komponen kelistrikan yang rusak pada mobil Russell di Kanada dan Antonelli di Barcelona masih bisa diperbaiki untuk masuk ke dalam pool cadangan, atau justru sudah rusak total dan harus dibuang. Jika rusak total, Mercedes dipastikan krisis stok komponen kelistrikan lebih cepat.

Sinyal ketatnya pembatasan mesin ini sudah terbukti di GP Inggris. Pembalap Aston Martin, Lance Stroll, terpaksa menerima penalti mundur 10 posisi setelah nekat mengambil komponen penyimpan energi (ES) dan sistem kendali kelistrikan (CS) kelima miliknya.

Grid penalty akibat komponen mesin yang aus merupakan pemandangan lumrah di awal era V6 Hybrid (seperti nasib buruk McLaren-Honda pada 2015). Tren tersebut sempat mereda karena tim-tim semakin mahir melakukan rotasi komponen lama. Namun, melihat peta persaingan musim 2026 yang makin menuntut ketahanan fisik mesin, ancaman penalti grid dipastikan akan kembali menjadi momok menakutkan bagi tim-tim besar.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: