KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiantoro, Miliki Tanah di Jakarta hingga Surabaya

PEMALANG, BANGSAONLINE.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah. Kali ini KPK menangkap Anom Widiantoro, Bupati Pemalang Jawa Tengah. Anom dan beberapa orang yang terjaring OTT langsung dibawah ke Polres Pemalang, Rabu (29/7/2026).

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana membenarkan OTT yang dilakukan KPK tersebut. "Iya benar. Tadi malam rekan-rekan dari KPK ada kegiatan di Pemalang. Sampai sekarang masih proses pemeriksaan. (Sebanyak) dua ruangan di Polres yang dipakai," ujar Kapolres AKBP Rendy Setia dikutip detikjateng.

Bupati Anom cukup kaya. Terutama tanah. Bahkan tanahnya juga tersebar sampai Jakarta dan Surabaya. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetorkan ke KPK yang dilansir CNN, Anom tercatat memiliki harta mencapai Rp21,3 miliar. T

Kekayaan Anom itu berupa 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah. Antara lain di Kabupaten Pemalang, Kota Jakarta Timur, Kota Surabaya, Kota Semarang, Kota Bandung, hingga Kabupaten Gianyar. Total nilai aset-asetnya itu sekitar Rp12,2 miliar.

KPK menyegel kantor Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemalang. KPK juga menyegel dua rumah di Perumahan Mutiara Residence.

Hari ini, Rabu (29/7/2026) pagi, pintu kantor Kepala DPUPR Pemalang tampak ditempeli stiker segel KPK. Sementara kantor Bupati belum bisa diakses. Wartawan belum bisa memasuki kantor Bupati.

KPK juga melakukan penyegelan dua rumah yang berada di Perumahan Mutiara Residence, Pemalang, Selasa (28/7/2026) malam. Rumah yang disegel KPK tersebut berada di Blok B dan Blok C.

Laporan detikjateng menyebutkan bahwa rumah yang disegel di Blok B diketahui merupakan kediaman pria berinisial O yang disebut-sebut merupakan kontraktor. Kabarnya ia masih kerabat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.