Operasi tersebut menyasar sejumlah titik api yang masih terpantau menyala. Titik tersebut berada di atas Pos Meja Bunder, kawasan Gunung Malang, sebelah utara Pos 3 Buthak, serta sebelah utara Pos 4 Batu Tulis.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui jalur udara menggunakan water bombing. Pemadaman juga dilakukan dari jalur darat oleh tim gabungan.
Tim tersebut terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Blitar, TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan dari masyarakat setempat.
Tim gabungan kemudian dibagi menjadi dua gelombang untuk melakukan penanganan di sejumlah titik. Mereka berangkat dari Posko Precet Gunung Kawi menuju Puncak Pitrang, Petak 177 RPH Gendogo, dan area Pos 3 Batu Tulis.
"Gelombang pertama berangkat pukul 03.00 WIB dini hari dan gelombang kedua berangkat pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan pemadaman api secara manual dan membuat sekat bakar, guna mencegah api semakin meluas," terang Kalaksa Gatot Soebroto.
Sehari sebelumnya, Kamis (17/9), operasi water bombing juga dilakukan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang sebanyak 15 kali dengan total curahan air mencapai 15.000 liter.
Pada Rabu (16/9), pemadaman melalui water bombing di kawasan yang sama telah dilakukan sebanyak 11 kali dengan total curahan air mencapai 11.000 liter.
"Pada hari Selasa, kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan. Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan," terang Kalaksa Gatot Soebroto.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang hingga kini diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hektare.
"Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini," terangnya.
Karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.
Kebakaran di kawasan tersebut pertama kali terjadi pada Rabu (16/9), sekitar pukul 06.15 WIB. Lokasinya berada di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
Penanganan kebakaran hingga kini masih dilakukan tim gabungan. Petugas membuat sekat bakar di empat titik, yakni Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik/Sedepok, dan Candi Laras. (dev/van)










