Inilah foto pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang berjubah (kiri) dan foto yang "gaul" bersama wanita (kanan). Ternyata ia disebut-sebut sebagai agen Mossad Israel yang bernama Elliot Shimon. Foto: socioecohistory.wordpress.com
DAMASKUS, BANGSAONLINE.com - Seorang wartawan yang baru saja pulang dari kamp militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Jurgen Todenhöfer, membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Ia bercerita tentang negara yang paling ditakuti kelompok teror terbesar di muka bumi ini.
Menurut Todenhöfer, militan ISIS mengatakan kepadanya bahwa Israel adalah negara yang paling ditakuti mereka, bukan Rusia, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain yang menggempur militan dari udara.
BACA JUGA:
- Napiter WBP Lapas Surabaya Ucapkan Janji Setia kepada NKRI
- Komandan Al Qaida Tewas dalam Baku Tembak melawan Militer AS
- Iran akan Serang AS, Jenderal Iran Qassem Suleimani Dibunuh dengan Drone atas Perintah Trump
- Sore Tadi, Teroris ISIS asal Somalia Ledakkan Mobil, Lalu Tusuk Wajah Warga Melbourne sampai Mati
Seperti yang dilansir Mirror pada 29 Desember 2015, Todenhöfer, yang menghabiskan 10 hari di Suriah pada 2014, mengatakan: "Mereka pikir mereka dapat mengalahkan AS dan pasukan darat Inggris. Kedua negara itu mereka sebut tidak memiliki pengalaman dalam gerilya kota atau strategi teroris."
Namun mereka tahu orang-orang Israel adalah yang paling sulit sejauh ini dilawan gerilyawan dan teroris.
"Mereka tidak takut pada Inggris dan Amerika. Mereka takut pada Israel dan mengatakan kepada saya tentara Israel merupakan bahaya nyata."
ISIS telah mengalami sejumlah kemunduran baru-baru ini. Kemarin pasukan pemerintah Irak mengumumkan mereka telah merebut kembali Kota Ramadi.
Namun pesan baru yang datang dari pemimpin ISIS mengatakan serangan udara telah gagal melemahkan kelompoknya.
"Yakinlah bahwa Allah akan memberikan kemenangan kepada mereka yang menyembah Dia, dan mendengar kabar baik bahwa negara kita baik-baik saja," kata rekaman audio, yang digambarkan sebagai Abu Bakr al-Baghdadi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




