Pasian DBD saat dirawat di RSUD Nganjuk. foto: soewandito/ BANGSAONLINE
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Demam berdarah dangue (DBD) yang dikhawatirkan masyarakat, mulai menyerang Nganjuk. Di RSUD Nganjuk, tercatat ada lima pasien yang terjangkit DBD. Namun, di antaranya sudah sudah membaik dan segera diijinkan pulang.
Hal ini diungkapkan Eko Santoso, humas RSUD Nganjuk kepada bangsaonline.com di ruang kerjanya. "Saat ini Nganjuk masih dianggap aman dari demam berdarah karena hanya lima pasien penderita demam berdarah yang ditangani di RSUD Nganjuk," kata Eko.
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
"Sebelumnya RSUD juga pernah merawat 15 pasien, namun sudah sembuh," imbuh Eko.
Eko mengimbau kepada masyarakat agar waspada karena wabah demam berdarah sewaktu-waktu bisa saja menyerang, apalagi pada musim hujan seperti sekarang.
Ditambahkan oleh Eko, untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegyptii ini, ia mengimbau agar masyarakat bisa melakukan langkah 3M, yaitu menguras bak mandi seminggu sekali, menutup penampungan air supaya nyamuk tidak bertelur, juga mengubur kaleng bekas supaya tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
”Kalau masyarakat sadar akan kesehatan, maka pemerintah akan merasa terbantu dan meringankan beban semua pihak,” ungkapnya. (dit/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




