Gili Labak. foto: surabayaonline
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Master plan dan detail engineering design (DED) wisata bahari Pulau Gili Labak di Desa Kombang, Kecamatan Talango, saat ini masih tahap penyusunan. Penyusunan ini tidak hanya dilakukan satu instansi, tapi dilakukan oleh lintas Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Sofiyanto, membenarkan bahwa master plan dan DED pengembangan destinasi wisata bahari Pulau Gili Labak tidak hanya dilakukan oleh instansi yang dipimpinanya, tapi juga dengan SKPD lain.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
“Penyusunan master plan dan DED dilakukan oleh beberapa SKPD terkait, dengan kata lain tidak hanya Disbudparpora,” terangnya, Rabu (3/2).
Sofi berharap, Pulau Gili Labak yang belakangan manjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar Madura, akan tetap menjadi salah satu daya tarik Sumenep. Sebab itu, mantan Kabag Humas Setkab Sumenep itu berharap wisatawan yang berkunjung mau menjaga kebersihan lingkungan, sehingga keindahan pasir dan panorama alam bawah laut tetap terjaga.
Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep, Imran, menilai bahwa pengembangan Gili Labak terkesan lamban. Pasalnya, tempat wisata itu diketahui kalangan umum berkat usaha penyedia jasa travel. Sementara pemerintah setempat hingga kini masih mau menyusun master plan dan DED itu.
“Seandainya instansi terkait tanggap terhadap potensi wisata itu, maka yang pertama menggarap memperkenal ke kalangan umum bukan penyedia jasa travel atau lainnya,” ujarnya.
Meksi demikan, kata Imran, pemerintah masih bisa melakukan perbaikan sarana dan prasarana menuju pulau itu, termasuk juga membenahi dan mewujudkan mode transportasi bagus dengan biaya relatif mudah dijangkau. “Sangat disayangkan sekali jika potensi wisata itu dibiarkan tanpa konsep matang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






