Ridwan Kamil Meradang, Studi Banding Wawali Bandung Ditolak Anak Buah Risma

Ridwan Kamil Meradang, Studi Banding Wawali Bandung Ditolak Anak Buah Risma Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat ditemui wartawan di Hotel Holiday Inn, Jalan Ir. Djuanda Bandung, Rabu (24/2). foto: kompas

Namun, setelah sampai di Pemkot Surabaya, Oded dan rombongan malah ditolak oleh anak buah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani.

"Saya sudah di Surabaya, alasannya (penolakannya) tidak ada yang jelas," kata Oded saat ditemui di Hotel Holiday Inn, Bandung, Jalan Ir Djuanda, Rabu (24/2).

Lantaran tak mendapat respons, Oded beserta delapan anak buahnya harus pulang ke Bandung dengan tangan hampa.

"Yang ingin dipelajari berbagai aspek pajak karena kita tahu dapat informasi seperti parkir mereka (Pemkot Surabaya) luar biasa besar pendapatannya. Dari berbagai hal, mereka lebih baik. Kita akui," kata Oded.

Oded menjelaskan, sesuai dengan prosedur, pihaknya sudah lebih dahulu melayangkan surat permohonan kunjungan kerja. Dia pun sempat mendapat balasan surat dari Wali Kota Risma, tetapi hanya berbentuk UMP (untuk menjadi perhatian).

"Surat sudah sampai. Cuma disposisi dari Ibu Wali Kota hanya berbentuk UMP (untuk menjadi perhatian). Itu saja bahasanya sehingga semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak ada yang mau menerima kita. Staf kita datang ke sana pagi-pagi duluan ternyata tidak ada yang bisa menerima," ucapnya.

Meski begitu, dia mengaku tak kecewa dengan buruknya pelayanan Pemkot Surabaya. "Tidak kecewa, tidak boleh balas dendam. Arahan saya sudah sampaikan, kita tidak boleh dendam seperti itu. Justru ketika mereka datang ke sini, saya wanti-wanti terima dengan baik," katanya.

Kicauan Wali Kota Bandung di twitter ditanggapi dingin Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Ia menyayangkan sikap yang seharusnya bisa menyikapinya secara negarawan bukan dengan sikap kekanak-kanakan.

"Seharusnya kan bisa disikapi dengan negarawan. Kalau seperti ini kan seperti kekanak-kanakan," kata Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Rabu (24/2).

Selain itu kata Whisnu, sebagai kepala daerah bisa langsung melakukan komunikasi langsung tanpa berkicau di media sosial. "Kan bisa langsung telepon ke Bu Risma atau mempertanyakan langsung kenapa tidak bisa?" imbuhnya.

Whisnu yang juga Ketua PDIP Kota Surabaya menegaskan Pemkot Surabaya tidak akan menanggapi serius kicauan Wali Kota dengan mendesak meminta maaf terbuka pada Pemkot Surabaya.

"Bagi saya urusan seperti tidak ngefek gitu lho. Selama tidak langsung berkepentingan masalah kesejahteraan rakyat Surabaya, ya biarkan saja," pungkas Whisnu Sakti.

Sementara pihak Pemerintah Kota Surabaya membantah tudingan . Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, M Fikser, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat atau pemberitahuan atau permohonan kunjungan Wakil Wali Kota Bandung. Maka tak tepat jika disebut menolak karena memang belum ada pemberitahuan apa pun.

Fikser memastikan bahwa Pemkot terbuka saja kepada siapa pun yang ingin berkunjung atau studi banding ke Surabaya. “Apalagi kalau tujuannya mau studi banding, dan menimba ilmu, kami pasti dengan senang hati mau menerimanya,” katanya saat dihubungi wartawan.

Dia melanjutkan, jika yang melakukan kunjungan adalah wali kota atau bupati, pasti juga akan diterima wali kota. Selama ini pengajuan atau pemberitahuan studi banding selalu dilakukan antara staf dengan staf. “Tidak mungkin big boss (kepala daerah) dengan big boss (kepala daerah),” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada kesalahpahaman antara Pemkot Surabaya dengan Pemkot Bandung. “Bu Risma juga selalu berpesan kepada kami agar kemajuan yang ada di Kota Surabaya selalu dibagi dengan kota atau daerah lainnya yang ada di Indonesia,” katanya.(tic/viv/met/lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO