Gesekan Banser dengan MTA Ngawi, Polres Terjunkan Pengamanan

Gesekan Banser dengan MTA Ngawi, Polres Terjunkan Pengamanan Lokasi MTA di Ngawi. foto: zainal abidin/ BANGSAONLINE

Sementara dalam kegiatan pengajian dan istighosah warga NU di rumah Sunyoto dipimpin langsung oleh Kyai Solikhin. Dalam tausyiahnya, sesungguhnya Allah SWT telah memperintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Bahkan juga memerintahkan kepada Rosul-Nya, dimana Allah SWT memperkenankan umat Islam mendoakan saudaranya yang masih hidup apalagi yang sudah meninggal.

Ungkapan yang sama juga dikatakan Ustadz Arif Santoso dalam tausyiahnya, bahwa NU sejak awal mempertahankan tradisi Islam nusantara. Artinya, bagaimana ajaran Islam mampu berbaur dengan tradisi yang ada di Indonesia sejak dahulu. Bahkan dalam awal perjuangan dan terbentuknya Republik Indonesia, kehadiran ulama NU selalu tampil dalam sumbangsihnya membangun peradaban bangsa ini.

Selain itu tandasnya, warga di Desa Sidolaju mayoritas NU tulen sehingga jangan sampai keyakinan tersebut diganggu dengan keyakinan lain yang bersifat kontra dengan ajaran ahlul sunnah wal jamaah. Ditegaskan Ustadz Arif Santoso sebenarnya dan menjadi kewajiban warga NU sejak awal selalu hadir dan tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan toleransi kehidupan beragama lain sebagai bentuk kebhinekaan akan bangsa dan kecintaan terhadap Indonesia. .

Ulasnya,kepada pihak lain baik itu kelompok maupun organisasi tertentu jangan sampai melakukan sesuatu hal sebaliknya apa yang dilakukan warga NU yang cukup toleransi itu. Sikap memfitnah apalagi menjelekan warga NU merupakan sesuatu perbuatan yang dzalim dan itu harus dicegah.

Hal yang sama juga ditegaskan Kyai Abdul Halim Ketua Rija’ul GP Anshor Kabupaten Ngawi, bahwa warga Desa Sidolaju merupakan jamaah tulen dari NU yang sudah turun temurun. Sehingga tidak dibenarkan apabila ada kelompok lain yang mencoba untuk mempengaruhi dengan faham lainya.

Sementara itu ungkap salah satu warga Desa Sidolaju yang enggan disebut namanya menjelaskan, pihaknya tidak mengehendaki adanya gesekan antar dua kelompok baik dari NU maupun MTA. Pada dasarnya menurut narasumber, warga Sidolaju memerlukan kenyamanan dalam bermasyarakat dan itu terjadi sejak dahulu. Apabila ada perselisihan semaksimal mungkin diselesaikan dengan kepala dingin dan dimusyawarahkan sesuai syariat jangan sampai adanya perbedaan pandangan menjadi jurang pemisah terhadap kesatuan bangsa ini utamanya. (nal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO