Tak Dibelikan Motor, Pemuda di Bebekan Sidoarjo Hajar Ibu Sendiri

Tak Dibelikan Motor, Pemuda di Bebekan Sidoarjo Hajar Ibu Sendiri Jakfar, anak mursal. Ibunya sendiri dianiaya. Kini dia kembali berurusan dengan polisi. foto: catur 'gogon' andy/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Air susu dibalas dengan air tuba. Ungkapan itu cocok untuk menjelaskan ulah Jakfar. Lantaran tidak diberi uang untuk membeli motor, pemuda 20 tahun itu nekat menganiaya ibu kandungnya. Bahkan tidak hanya sekali. Ini sudah kali keduanya.

Karena sudah keterlaluan, akhirnya Nadiah, ibu kandungnya tidak tahan lagi. Nadiah melaporkan kejadian itu ke polisi. Jakfar diringkus kemarin malam (22/4) saat sedang tidur di kamarnya.

Bukan kali ini saja Jakfar berurusan dengan polisi. Sebelumnya, Jakfar juga pernah mendekam di bui. Kasusnya sama. Terkait penganiayaan.

Kasus pertama karena dia tega menganiaya kakek kandungnya. Saat itu Jakfar butuh uang untuk jalan-jalan. Sehingga dia meminta ke kakeknya.

Namun kakeknya saat itu masih belum bisa memberikan karena masih belum punya cukup uang. ”Akhirnya waktu itu saya pukuli kakek saya, memar memar juga, terus saya dilaporkan polisi dan dipenjara enam bulan,” jelas Jakfar, Sabtu (23/4).

Usai bebas sekitar setahun yang lalu, ternyata dia tidak kapok. Kali itu yang jadi sasaran ganti ibunya. Dia berulang kali merengek minta uang pada ibunya. Alasannya sama, untuk jalan-jalan.

Karena jengkel ibunya tidak kunjung memberi, dia nekat menghajar ibunya. Kepala ibunya dipukuli dengan tangan kosong.

”Akhirnya saya dilaporkan polisi lagi, saya ditangkap saat masih tidur di pagi hari. Saat itu ibu saya baru selesai salat subuh,” jelasnya tanpa penyesalan.

Jakfar diamankan lagi. Hukumannya sama. Dipenjara selama enam bulan. Sekitar lima bulan yang lalu, Jakfar kembali menghirup udara bebas. Dia kembali ke rumahnya di Jalan Bebekan Masjid No 29 RT 5 RW 2 Desa Bebekan.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO