"Korban biasa dibelikan pil koplo oleh AS. Kalau tidak diberi AS, korban membeli sendiri, dia mencari uang dengan meminta-minta di daerah makam Ngagel," kata Ruth Yeni, Kamis (12/5).
Karena korban sering mendapatan tindakan asusila serta berkumpul sama delapan pelaku yang masih berstatus pelajar ini, maka pencabulan pun dilakukan secara bergantian.
BACA JUGA:Polda Jatim Tetapkan Tersangka Pengelola Yayasan Budi Kencana yang Cabuli Anak Asuh Sejak 2022
"Para pelaku ini menyetubuhinya di balai RW Kalibokor dan stasiun Rel KA Jalan Ngagel secara bergantian," terang dia.
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Iman Sumantri mengatakan, penyebab aksi pencabulan anak yang dilakukan sejumlah anak di Surabaya karena para pelaku umumnya adalah pecandu pil koplo.
BACA JUGA:Kesepian Ditinggal Istri, Pria di Surabaya Ngaku Dapat Bisikan Gaib untuk Setubuhi Wanita Muda
TAGS:Pemerkosaan Surabaya










